Travelling

Toraja International Festival (TIF) 2015

Toraja International Festival 2015

Hola… Kali ini saya mau cerita tentang perjalanan ke Toraja. Sebenarnya ittenary yang sudah dibuat tidak termasuk Toraja International Festival (TIF) 2015. Cuma karena salah satu tempat yang akan saya kunjungi dan merupakan tempat wajib di Toraja yaitu kete kesu menjadi tempat perhelatan TIF 2015, jadinya tau kalau ada acara ini. Padahal setelah lihat2, dijalan ada billboard dan sepanduknya.
Apa si TIF itu? Kalau yang saya tangkap pada saat datang Ke acara ini, TIF adalah sebuah festival musik dan kebudayaan toraja yg bertaraf international. Musiknya tidak sembarangan musik, melainkan musik tradisional khas toraja. Serta pertunjukan musik dengan kolaborasi berbagai negara. Intinya sih memperkenalkan dan mengangkat kebudayaan Toraja di mata dunia dan mengundang musik dari negara lain untuk diperkenalkan ke masyarakat Toraja (versi saya โœŒ๐Ÿป๏ธ). ย TIF katanya sudah di gelar beberapa kali, dan tahun 2015 adalah tahun ke 3 yang diadakan di Kete Kesu selama 3 har, 14-16 Agustus. Sempat di umumkan juga kalau ada pameran kain tenun khas toraja, tapi saya ga ketemu standnya malam itu ๐Ÿ˜”

Kebetulan saya datang di hari ke 2 – pas malam minggu ๐Ÿ˜€ datang sekitar pukul 7, dan pengunjungnya ga cuma penduduk lokal tapi juga mancanegara a.k.a bule2 ๐Ÿ˜ kalau lihat usia yg datang si mostly anak kuliahan. Jadi saya dan suami termasuk yang dewasa ya โœŒ๐Ÿป๏ธ
Awal masuk hal pertama adalah saya mengagumi kete kesu itu sendiri. Sebenarnya kl siang pasti akan terlihat lebih jelas gambaran dari barisan2 tongkonan yang berdiri dengan megah. Namun malam itu sudah di sulap dengan pencayahaan seperti konser musik lainnya. Hal yang pertama saya lakukan : of course foto di antara tongkonan dengan background TIF 2015… Angle yang berbeda dan still coollll…


Ps: background kete kesu dengan TIF 2015


Ps : our satnite niy โ˜บ๏ธ

Pertunjukan musik pertama yang saya lihat adalah alat musik Karombi yang merupakan asli dari toraja. Cara memainkannya dengan di tiup. Tapi suaranya beda dengan suling. Suaranya lebih berat, tidak nyaring seperti suling, saya kurang jelas apakah alat musi ini berasal dari batutumonga atau pemainnya yang berasal dr batutumonga. alat musik ini hampir punah, sudah jarang pengarajin alat musik ini dan orang yang bisa memainkannya. Menurut salah satu blog yang saya baca Karombi dimainkan oleh para orangtua yang anaknya terkena cacar. Nada dari Karombi ini konon dapat menenangkan dan menidurkan anak sehingga membantu mereka pulih dari sakit (www.auralarchipelago.blogspot.com)ย ย Ps: maaf gambarnya dari jauh ๐Ÿ˜€
Acara berikutnya adalah tari Pa’Gellu (smoga spellingnya ga salah ya). Tari Pa’Gellu adalah tarian rakyat yang mengisahkan acara panen atau orang jemur padi. Namun katanya tarian yang ditampilkan sudah di modifikasi khusus acara TIF karena maknanya agar acaranya sukses seperti ketika orang menanam padi. Sedangkan menurut salah satu situs yang saya baca, Tarian Paโ€™Gellu sebenarnya melambangkan acara penyambutan terhadap para patriot atau pahlawan yang kembali dari medan perang dengan membawa kemenangan. Tapi sekarang, tarian ini sudah sering dipertunjukkan pada upacara kegembiraan lainnya, seperti pesta pernikahan, pesta syukuran di musim panen, atau saat menyambut tamu kehormatan.
Setelah itu, pertunjukan dilanjutkan dengan musik kolaborasi 4 negara, yaitu Hungaria, Australia, Belanda dan Indonesia. Yang saya ingat dari Hungaria namanya adalah Helga Sedli, keren banget main biola-nya, dan indonesia di wakili oleh kunokini, alat yang dibawakan seperti gendang / perkusi. Lagu yang di bawa jg ada lagu daerah hungaria, namun diiringi dengan biola, gitar, suling dan gendang. Ada juga Ron Reeve asal Australia, dia memainkan sejenis seruling dan terkadang diselingi dengan gendang. Keren banget si kolaborasinya. Coba lihat sendiri ya fotonya. Saya masih bingung si buat upload videonya disini ๐Ÿ˜€ย ย Ps : harus nonton videonya si, karena memang live-versionnya kereeen โœŒ๐Ÿป๏ธ

Setelah itu diisi tari2an dari uzbekistan, Sirdaryo Navolari. Tarian pertama dibawakan 3 orang dan tarian kedua oleh 4 orang. Cuma nama dan penjelsan tariannya sendiri ga di kasih tau, krn pada saat ditanya sama mc, penari2nya ga bisa bahasa inggris. Sempet mikir kalau tariannya aga mirip2 india dikit si, tapi kayaknya kalau india lebih bervariasi lagi gerakannya dan lebih heboh ๐Ÿ˜

Sekian dulu cerita mengenai TIF 2015 yang saya datangi. Insyallah bisa sharing cerita lain tentang toraja di tulisan lainnya ๐Ÿ˜Š

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s