Travelling

Amazing of Sumba…

Hola…

As per promised, sharing cerita jalan2 aja yuk… This time, gw mau cerita soal pulau sumba. Apa si yang terbersit kalau denger sumba? Gw sih langsung mikir kuda sama susu kuda liar 😂
Secara salah satu radio jaman gw kecil sering banget pasang iklan mengenai susu kuda liar dari sumba 😄
Tapi sumba ga cuma itu loh gaes.. A lot… I repeat… A lot of beautiful places for us to see and enjoy…

Yuk mulai ceritanya ✌🏻

Hari 1

Penerbangan di mulai dari Jakarta – Bali. Smp di airport Bali… Thing that i love most … Wangiiiii… Always love this smell… Gw sebenarnya ga tau si ini dr mana. Dupa kah? Bunga2 yang memang suka kita temui di area manapun sebagai bunga yg suka di pakai untuk sembahyang? Yang jelas… Always loveeee this smell 😍
Bali never Fails right?

Transit sekitar 2 jam, kita lanjut ke Sumba Timur, bandara waingapu. Bandaranya kecil dan masih sederhana. Penerbangan dari bali ke waingapu ditempuh sekitar 1 jam 40 menit.

imagePs : hello waingapu 😘

 

Keluar airport, kita udah di jemput sama travel yang akan nemenin beberapa hari ke depan dan langsung di ajak makan ke restoran mister cafe. Katanya si ini resto yang cukup besar dan bagus untuk ukuran sumba. Karena perut laper sih, jadi masuk aja ya makanan semuanya 😁 tapi emang kl pas sepanjang keluar airport menuju resto, gw ga menemukan resto2 besar. So i guess this one is a good place sih πŸ™‚

Spot pertama kita berhenti di bukit wairinding. Oh iya perjalanan ke arah bukit wairinding ini seru loh. Hijaunya bukit, lembah dan sawah jadi pemandangan yang menyejukan mata. Kita akan sering jumpai kuda di tengah2 lembah atau bukit. Menurut jhonny, tour guide kami, itu semua kuda liar… Coollll.. Nah bukit wairinding ini juga bagus banget. Kontur bukit2nya indahhhh banget. Sampai kalau gw framing, bentuknya kayak wallpapernya windows πŸ™‚

imagePs: cantik ya bukitnya 😍 Smile from Bukit Wairinding

image
Ah.... Sejuknya πŸ™‚
image
Saat menuruni bukit wairinding πŸ™‚

 

Spot berikutnya yang kita kunjungi adalah bukit lailarang. Pemandangannya tidak terlalu berbeda dengan bukit wairinding menurut gw ya. Cuma ini lebih kecil. Cuacanya cukup sejuk. Hening dan jauh dari keramaian. Kita bisa betah si berlama2 disini. Sooo comfy…

imagePS : Hijaunya Bukit Lailarang πŸ™‚

 

Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju pantai tarimbang. But unfortunately, mobil yang kita tumpangin pecah ban. Karena proses yang cukup makan waktu, gagalah kita tiba disana. Padahal kl lihat dr google, pantainya cantik sekali. Kita harus melewati hutan2 dan perkampungan penduduk dulu agar bisa tiba disana. Tapi kami blm beruntung hari itu. Jadilah langsung menuju hotel di sumba barat yang memakan waktu sekitar 4 jam perjalanan.

 

Day 2

Bangun dengan badan yang masih pegel2 tapi semangat banget buat mulai explore sumba. Yeayyyy.. Here we go 💪🏻

Tempat pertama yang kami kunjungi adalah kampung ada Praijing. Rumah adat sumba ada yang menyebutnya dengan uma bokolu yang artinya rumah besar. Tapi ada juga yang menyebut uma mbatangu atau rumah bermenara. Kampung ini cukup besar. Kami diizinkan masuk ke dalamnya. Tentu saja bang jhony yg minta izin dl. Gw lihat bang jhony sempat memberikan rokok untuk salah satu bapak disana.

imagePs : kampung adat praijing diambil dari atas bukit

 

Uma bokolu ini, menurut bang jhony, dibagi 3 tingkatan. Tingkat 1 ( bawah – tanah) adalah untuk hewan. Sebagian besar pasti memiliki hewan peliharaan. Entah itu babi, kuda ataupun anjing. Anjing biasa lebih untuk menjaga rumah dan tuannya. Tingkat 2, adalah untuk manusia dan aktivitasnya. Sementara tingkat 3 adalah untuk menyimpan makanan.

imagePS : ini rumah adat sumba, uma bokolu di sumba 😍

 

Ketika kami berkeliling, hampir semua penduuk memperhatikan kami. Gw berhenti di satu rumah dimana seorang ibu sedang memandikan bayinya. Gw bertanya nama dan namanya. Walupun dengan bahasa indonesia yang patah, namun si ibu menjawab dengan senyum. Namanya sevi dan usianya baru 3 bulan. Sayapun diizinkan menggendong sevi. Cantik sekali bayi ini 😍

image

 

 

Setelah itu kami diizinkan untuk melihat kehidupan desa. Kami mulai berkeliling. Yang menarik adala ada beberapa batu kubur kuno yang berada di tengah2 kampung. Mereka hanya jawab sudah lama dsana. Kalau saya baca dari internet ada beberapa yang merupakan peninggalan jaman megalitikum. Dan ada 1 batu juga yg tidak boleh di foto. Krn di batu itu menjelaskan mengenai nilai2 hidup. Jadi tidak ada satupun dari kami yang berani foto disitu.

image

 

Beberapa ibu jg menenun kain khas sumba. Kalau yang asli kampung, biasanya memakai pewarna asli dr alam. Batang pohon misalnya. Sehingga tidak pakai warna buatan. Kain ini bisa di jual juga untuk membiayai kehidupan mereka apalagi jika panen gagal. Ada juga sebagian yg mulai mengenal sekolah. Dan menyekolahkan anaknya sehingga membutuhkan tambahan biaya.

image
Cantik sekali ya kainnya πŸ™‚

 

Dari kampung praijing, kami lanjut lagi ke kampung gollu. Kampung ini merupakan kampungnya bang jhony. Hanya ada 7 rumah disini. Dan mereka semua bersaudara. imagePS : Ini kampung adat Gollu yang sangat indah

 

Penduduk Kampung Gollu pun sangat ramah. Kami di tawari oleh seorang ibu kopi asli sumba. Karena saat melintasi rumahnya, beliau sedang menumbuk biji kopi. Dan harumnya sudah tercium dr beberapa meter sebelumnya. Dan setelah kami mencoba, rasanya enak sekaliiiiii…. Gw memang bukan pecinta kopi tapi buat gw, rasanya ga asem, light, after tastenya jug enak bgt, lus wangi kopinya 👌🏻

image

 

Dari sini, kami melanjutkan ke Air Terjun Laipopu. Air terjun ini terletak di dalam kawasan taman nasional manupeu, tanah daru. Aksesnya tidak begitu sulit. Kita bisa berjalan perlahan sambil menikmati jernihnya sungai yang berasal dari air terjun laipopo ini. Air terjun ini merupakan air terjun bertingkat, karena tebing yang di laluinya berundak-undak. Menurut salah satu blog, ketinggiannya mencapai 92m dari permukaan sungai. Kalau mau duduk di tepian sungai juga bisa sambil menikmati jenihnya air, tapi harus berhati2 ya. Karena batunya sangat licin. Gw juga smp kepleset πŸ˜₯

imagePs : Air Terjun Laipopu yang indah dengan airnya yang jernih

image
Masih alami banget ya πŸ™‚
image
Kita lewatin pinggir sungai untuk sampai ke air terjun

 

Dari sini, kami lanjutttt lagi ke pantai lailiang. Pantainya masih asli dan bersih banget. Pasirnya juga sangat halus dan putih. Garis pantainya memang ga terlalu panjang tapi kanan kirinya diapit oleh tebing yang indah. First Beach : Beautifull πŸ™‚

imagePS : Hello Sumba from Lailiang Beach πŸ™‚

 

Pantai ke dua yang kami kunjungi adalah Pantai Teitena. Again, this is beautiful. Pantainya masih bersih banget. Karang2 besar di sepanjang bibir pantai. Dan kalau ada cerukan kecil di tengah yang berisi air, biasanya suka ada ikan2 berenang. Second beach : Pretty 😍image

 

 

Pantai berikutnya bernama Pantai Wanokaka. Sepertinya pantai ini memang cukup ramai dan sering di kunjungi oleh wisatawan. Perahu nelayan juga terlihat di pinggir pantai. Beberapa nelayan berjalan ke tengah laut dan melepaskan jaring. Dan ketika ditarik, mereka mendapatkan ikan-ikan kecil. Di pinggir2 pantainya juga banyak anak2 kecil mencari ikan. Sepertinya banyak ikan kecil yang terseret ombak dan tersangkut di karang. Sehingga mereka berlomba2 mencari ikan di antara karang2 itu. Pantai sendiri cukup indah dan bisa menjadi pilihan untuk bersantai. Third beach : lovely 😍

image

image
Foto Keluarga πŸ™‚

 

 

Nah… Spot terakhir yang saya kunjungi ininamanya Air Terjun Wakelo Sawah. Air terjun ini keluar dari mulut gua. Katanya sumber airnya berasal dari sungai bawah tanah. Karena airnya yang melimpah dan tidak pernah kering, di buatlah irigasi untuk mengairi sawah di beberapa desa. Pemandangan di sekitarnya juga asri. Bentangan luas sawah yang hijau sangat asri. Hm… Krn kami tiba sudah hampir malam, suasananya aga kurang enak. Bang jhony pun ga suggest kita berlama2 dsana. Walaupun di ujung aliran kita bisa mandi2, tetap harus berhati-hati. Karena alirannya cukup deras.

Cerita sumba selanjutnya saya buat di article selanjutnya ya…

Happy Nu Year Friends…
Bismillah for 2016 🙏🏻

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s