Travelling

Cirebonan Yuk…

Cirebon… Why Not?

Sebenarnya perjalanan ke Cirebon ini sudah dilakukan beberapa waktu yang lalu. Sekitar 2014 sih tepatnya. Berawal mencari daerah baru yang bisa dilakukan dengan road trip bareng suami. Iseng2 baca, akhirnya nemulah ide buat ke Cirebon. Ditambah dengan wisata kulinernya yang menjanjikan…

 

Udah rada lupa si urutannya cuma gw coba mengingat tempat2 yang dikunjungi satu per satu ya…

Kalau ga salah di hari pertama kita jalan ke arah kuningan dulu untuk lihat Museum Linggar Jati. Jaraknya ga begitu jauh dari Cirebon. Mungkin sekitar 45 menit. Museum ini cukup luas. Waktu masuk kita si ga dimintain uang, hanya sumbangan sukarela aja. Di dalamya, ada ruangan dengan diorama pada saat perundingan. Plus nama2 delegasi yang saat itu mengikuti perundingan. Plus kamar yang masih di tata rapi yang katanya juga berubah pada saat para delegasi menginap disana. Museum ini juga dikelilingi taman yang luas dan terawat rapi. Saat kesana, suasananya rada mendung. Jadi enak banget buat bersantai2. Oh ya bangunan ini termasuk dalam Cagar Budaya yang dilindungi loh 🙂

IMG_7671
Di Depan Museum Linggar Jati…. ups maaf foto lama jadi blm pake hijab 😦
IMG_7684
Mind my self please…. Ini ruang perundingannya 🙂
IMG_7701
PS : ini taman yang mengelilingi Museum Linggar Jati 🙂
 

Dari sana saya jalan lagi ke pemandian cibulan ikan dewa. katanya disini ada ikan besar2 yang dulunya adalah prajurit perang yang tidak setia dan berubah menjadi ikan. Ada kepercayaan bahwa ikan disini tidak pernah berkurang. Jumlahnya selalu sama. Dan ada lagi yang paling penting, yaitu ikan ini tidak boleh diambil dan dimakan. Jika ada yang berani, maka kan tertimpa kesialan atau bahkan kematian. Glek… Jangan coba2 ya teman2. Mendingan kita main2 air aja sama si ikan2 lucu2 ini. Gw sih tidak mencoba, tapi suami gw berenang bersama mereka di kolam renang yang isinya ikan. Suami gw juga bilang kalau airnya segar banget dan bahkan tidak berbau. So Its realy fun 🙂 Ikan-ikan itu juga ga mengganggu dan malah mereka berenang dengan santai….

 

Disini juga ada ada 7 sumur keramat. Jadi seperti sumber mata air yang letaknya saling berdekatan. Cuma yang membuat gw kurang nyaman adalah letak satu titik dengan titik lainnya sebenarnya berdekatan dan ada penjaganya. Penjaganya semua minta sumbangan. Jadi saran gw sih bawa uang kecil seadanya aja kalau lo mau ksana untuk di kasih seikhlasnya. Tempat ini juga di percaya merupakan petilasan dari Prabu Siliwangi. Jadi banyak juga yang datang untuk berdoa untuk meminta berkah (sepertinya ya)

 

Lanjut lagi yaa…. Walaupun teteuupp lupa urutannya… Hehehe…

 

Kita juga coba melewati beberapa bangunan kuno yang masih terjaga keasliannya. Gedung2 lama ini sebagian juga masih ada yang dipakai katanya. Beberapa yang kami lewati, tapi ga  masuk kedalamnya ya, antara lain :

 

Stasiun Cirebon

Stasiun Cirebon (CN) merupakan sebuah stasiun kereta api yang terletak di Jl. Siliwangi, Kebonbaru, Kejaksan, Cirebon. Menurut salah satu blog yang saya baca, Gedung Stasiun Cirebon/Kejaksan pada saat dibangun pada tahun 1920, diprakarsai oleh seorang arsitek Pieter Adriaan Jacobus Moojen (1879–1955) dalam gaya arsitektur campuran art nouveau dengan art deco,Dua “menara”-nya yang sekarang ada tulisan CIREBON dulu ada tulisan KAARTJES (karcis) di sebelah kiri dan BAGAGE (bagasi) di sebelah kanan.

 

Gereja St Yusuf

Terletak di Jalan Yos Sudarso, Cirebon. Dibangun pada tahun 1886 oleh Luis Theodor Goncalves, seorang pegawai pabrik gula. Kalau pas lewat di depannya, gereja ini masih terawat dengan baik dan  masih dipakai untuk kegiatan gereja.

 

Bank Indonesia

Gedung Bank Indonesia di Jl. Yos Sudarso merupakan bangunan tua di Cirebon dan salah satu gedung tua peninggalan jaman kolonial yang masih berdiri dengan megah, cantik dan anggun di Kota Cirebon. Gedung ini ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh Kantor Dinas Purbakala Cirebon.

 

Gedung BAT (British American Tobacco)

Again, dari blog yang gw baca lagi, Gedung BAT Cirebon yang mulai digunakan pada tahun 1924 ini dirancang oleh arsitek F.D. Cuypers & Hulswit bergaya Art Deco, sebuah gaya bangunan yang bermula pada awal 1920-an dan terus digunakan sampai setelah berakhirnya Perang Dunia II.

 

Kelenteng / Vihara Dewi Welas Asih (Tahun 1595)

Menurut dari beberapa blog dan web site, Kelenteng ini merupakan salah satu kelenteng tertua di Cirebon. Letaknya berdekatan dengan Gedung Bank mandiri dan Gedung BAT

IMG_7958
PS : Ini depannya kelenteng Dewi Welas Asih

Lanjuttttt lagi ya…. Kita coba mengunjungi salah satu tempat yang menurut gw si WAJIB banget di kunjungi kalau ke Cirebon. Yaitu Gua Sunyaragi. Gw aga bingung mendeskripsikan tempat ini. Awalnya mirip kayak candi karena seperti batu2an. Tapi disebutnya Gua. Disisi belakangnya juga ada seperti tempat pemandian. Tapi kalau menurut wikipedia yang gw baca, gua ini dibangun untuk tempat beristirahat dan meditasi para sultan Cirebon dan keluarganya. Disebut juga sebagai Taman Air Sunyaragai yang dulunya dikelilingi oleh Danau Jati. Cuma danau tersebut sudah kering dan berganti menjadi jalan.

 

 

 

Kayaknya udah cukup panjang cerita cirebon ini ya…. Untuk beberapa tempat lainnya seperti Masjid Agung Cirebon, Keraton Cirebon dan kulinernya, gw bahas di Cirebon Part 2 ya…

 

Happy Travelling Mate 🙂

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s