Travelling

Nias… A calm and Quiet Place (1)

Hola….

Kali ini gw berkesempatan buat mengunjungi sebuah tempat udah pengennnn banget lihat dari jaman kecil. Its called Nias… Kenapa pengen banget lihat dan dateng? Actually, its inspired by one of TV sih. Masih ingat RCTI ? Dulu ada salah satu iklan RCTI dimana salah satu scene-nya tuh ngasih lihat orang lompat batu tinggi… Jadi dari situlah, gw mulai tau dan pengen banget dateng ke ke Nias 😍

Weekend ini, alhamdulillah banget. Im so lucky and bleeses to visit this place. Penerbangan gw dari Jakarta ke Medan. Kemudian dari medan menuju Gunung Sitoli. Bandaranya bernama Binaka.Dari sinilah, kita sampai di Nias, dan tergantung mau pilih ke daerah mana di Nias…

As usual, googling untuk tempat yang mau dikunjungi… Tujuan utama pastilah melihat si lompat batu. Yang ada di daerah Nias Selatan. Baru deh explore apa aja sih yang ada di Nias Selatan? 
Menuju ke Nias Selatan, ada beberapa objek yang bisa dikunjungi. Awalnya gw pengen banget melihat salah satu desa bernama Gomu, dimana banyak peningglan bersejarah batu2 megalitikum. Namun pas sampai, kita ga di sarankan ke desa itu, tanpa di temani orang lokal. Jadilah destinasi pertama itu kita skip…

Titik ke 2 yaitu ke arah Teluk Dalam. Perjalanan ke arah teluk dalam cukup lumayan dari Gunung Sitoli. Sekitar 3 jam, kita akan melewati kampung2 dan sesekali pesisir pantai. Hm wait… Bukan pantai banget sih dengan kita bisa santai2. Tapi lebih ke arah langsung laut 😁 

Masyarakat nias sendiri mayoritas beragama kristen. Kayaknya masing2 desa memiliki gereja masing2. Karena gw lihat setiap gereja memiliki bentuk dan bahan berbeda2. Mungkin tergantung dari otonomi masyarakat desa itu sendiri ya…. Rumah2 disanapun masih sederhana. Perjalanan gw pun sangat menyenangkan melihat anak2 nias pulang sekolah, sambil berlari2 di pinggir jalan. Dengan wajah yang khas, polos dan bersemangat. Im so blessed… 


Setelah sekitar 1.5jam perjalanan, kita sampai di titik yang namanya Ganasi. Sebenarnya titik ini ga cukup ‘berhenti’ friendly sih. Karena letaknya dipinggir jalan yang aga sempit. Ga ada parkir memadai. Tapi memang bisa melihat Samudera Hindia dari titik ketinggian yg cukup seru. Letaknya di kecamatan Lanusa, Nias Selatan.


Lanjutkan perjalanan, kami akhirnya tiba di Desa Bawomataluo. Awal sampai, gw agak2 dejavu dengan daerah batutumonga di toraja. Jadi kita akan sampai di dpn rumah kepala desa. Masuk untuk izin, dan akan di antar oleh salah satu ‘petugas’ aka orang asli sama untuk masuk ke dalam desa. Anak 86 anak tangga untuk sampai ke desa. Dan rumah2 asli desa bawomataluo berdiri berderet2. Sejujurnya, saya aga kecewa karena merasa keasliannya aga berkurang dan cukup komersil. Tapi balik lagi untuk melihat tujuan awal yaitu Lompat Batu atau disebut Fahombo. Nah untuk melihat aktivitas ini, kita harus membayat sebesar 250ribu. Dan untuk 2x lompatan sebesar 350ribu. Ga bisa di tawar πŸ˜πŸ˜”  

Okelah… For 1 shot… Here it comes 😘

Selain itu di desa ini juga ada salah satu rumah raja, yg dibangun kurang lebih 300 tahun yang lalu. Kayu2 nya besar banget dan asli masih kokoh. Cuma memang sudah ga berfungsi seperti dulu. Beberapa perhiasan dan ukiran masih ada di dalam rumah. Salah satu patung atau ukiran yang saya lihat adalah monyet, yang katanya di artikan jaman dahulu kalau ada tamu datang, monyet tersebut akan melapor ke raja. Dan ada juga pajangan berderet-deret taring babi di atas rumah. Gw cukup menikmati tempat ini, cuma memang sayang aga terganggu oleh anak2 yang mengikuti kemanapun kita pergi menawarkan barang2 pajangan khas nias.

Dari sana kita melanjutkan ke daerah pantai terkenal untuk surfing yaitu Sorake. Baca2 dari artikel, pantai ini jika sedang musimnya akan memiliki gelombang tinggi sampai 7-10 meter untuk surfing. Bahkan pernah disebut sebagai tempat terbaik setelah Hawaii. Setibanya disana sih, gw aga amaze. Karena gw pikir akan sangat ramai.tapi aslik, sepi… Memang sih banyak bule, yang surfing. Tapi menurut gw ini ga ada rame2nya sama sekali. Kasarnya masih bisa dihitung pake jari deh jumlah wisatawannya.


Pantainya sendiri bersih banget. Makananan juga ga ada yang pinggir2 pantai jualan, tapi ke arah hotel/homestay yang jualan langsung. Ombaknya memang cukup tinggi. Tapi gw sih ga nemu smp yang 7meter. Selain pemandangan pantainya, ada satu area antara sorake dan lagundri dimana banyak batu2 atau karang yang membentuk seperti kolam renang kecil. Batu-batu ini katanya terbentuk waktu gempa 2005 lalu. Dalamnya mungkin hanya sebetis atau lebih sedikitlah. Jadi kl mau berendam2 cantik sambil lihat laut, bisalah di antara karang2 ini. 

Untuk cerita lainnya di Nias, di sambung di cerita selanjutnya ya 😊
Happy Travelling, Mate 😊

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s